7 Penyebab Kain Menyusut

Mengapa Kain Menyusut Setelah Pencucian?

Ada studi yang sangat baik dilakukan oleh Veena Verma dari Perguruan Tinggi BMN mengenai berbagai faktor yang berhubungan dengan benang yang mengkeret.

Dia menguji 24 sampel dimulai dari sample dengan berat yang sangat ringan sampai dengan sample yang paling berat untuk stabilitas dimensi setelah 25 perendaman dan pencucian.

Berikut ini adalah beberapa pengetahuan yang sangat berguna dari penelitian tersebut:

  1. Penjelasan dasar untuk menyusut / mengkeret adalah relaksasi yang merupakan kecenderungan benang untuk kembali ke dimensi normal atau dimensi sebelum mengkeret yang disebut relaksasi mengkeret. Kebanyakan kain yang diproduksi di bawah tegangan akan meninggalkan tegangan di kain. Biasanya beberapa pencucian atau pembersihan diperlukan merelaksasi kain sepenuhnya.
  2. Kain menyusut atau mengkeret setelah pencucian dan persentasenya akan meningkat signifikan setelah pencucian berulang.
  3. Hubungan tetal lusi dengan menyusut adalah berbanding terbalik. Semakin besar tetal lusi maka, persentase menyusut semakin kecil. Namun tidak ada hubungan yang jelas antara mengkeret dan nilai tetal pakan. Hal ini berlaku untuk perendaman dan pencucian.
  4. Jika nilai tetal lusi lebih besar dari tetal pakan maka nilai menyusut akan berkurang.
  5. Kain dengan nomor benang kasar memiliki nilai menyusut yang lebih tinggi dibanding kain dengan nomor benang halus yang memiliki penyusutan lebih rendah.
  6. Jika benang diberikan multiplier twist yang besar, maka nilai menyusut / mengkeret akan semakin tinggi pada proses pencucian.
  7. Tidak ada hubungan antara berat kain dan ketebalan kain dengan menyusut.
SebelumnyaIstilah dalam Rajutan
SelanjutnyaMengenal Benang BSY